• (0285) 391014
  • dpudanpr@batangkab.go.id

Resmi di SAH-kan, DPUPR Kabupaten Batang Selenggarakan Workshop Perda RDTR BWP Tulis Tahun 2020-2040.

   Batang - Bidang Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang menyelenggarakan acara Workshop Sosialisasi Perda Kabupaten Batang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) Tulis Tahun 2020-2040 di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa (24/11).  

   Hadir membuka acara sekaligus memberikan sambutan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Batang Bapak Ir. Wondhi Ruki Trisnanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang baru pertama kali memiliki Perda RDTR yang penyusunannya dimulai sejak tahun 2019 melalui bantuan teknis dari Kementerian ATR/BPN.  Dalam penyusunannya telah melibatkan seluruh stakeholder baik pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten ataupun non pemerintah seperti pelaku usaha, investor, BUMD, perusda, pemangku wilayah, LSM, wartawan, dan tokoh masyarakat melalui FGD (Focuss Group Discussion) dan Konsultasi Pubik dalam rangka penjaringan berbagai masukan dan aspirasi.  “Perda RDTR merupakan turunan Perda RTRW, dan merupakan konsensus / kesepakatan bersama, sehingga wajib kita laksanakan dan taati bersama untuk mewujudkan Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) Tulis menjadi kota satelit dan sebagai pusat industri, perdagangan jasa dan permukiman yang berkelanjutan.  Tujuan sosialisasi Perda RDTR ini adalah untuk memberikan informasi rencana tataruang wilayah yang lebih rinci di BWP Tulis kepada pelaku usaha dan masyarakat, agar menjadi pedoman dalam hal pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.

   Kepala Bidang Penataan Ruang DPUPR Tri Adi Susanto, ST, M.Si. menambahkan bahwa Perda RTRW yang ada masih bersifat arahan kebijakan makro dan strategis, belum operasional untuk perizinan dan pengendalian pemanfaatan ruang, sedangkan Perda RDTR ini telah merinci tata ruang secara lebih detail, dan merupakan instrumen pemberian perizinan investasi yang lebih pasti. Perda yang disahkan pada 1 Oktober 2020 dan merupakan Perda RDTR pertama di Pulau Jawa yang telah terintegrasi dengan sistem OSS (Online Single Submission) tersebut berfungsi antara lain sebagai kendali mutu pemanfaatan ruang wilayah/penataan kota, mempercepat proses perizinan dan memberikan kepastian hukum dalam investasi, sehingga dapat berdampak pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi wilayah.  

   Di sesi lain Kepala Bidang Penaataan Ruang Tri Adi Susanto, ST, M.Si. menambahkan juga mengenai permasalahan kedepan jika Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) Tulis sebagai salah satu pusat industri, permukiman dan perdagangan jasa tidak ditindaklanjuti dengan mengawal realisasi perwujudan indikasi-indikasi program prioritas serta pengendalian pemanfaatan ruang sesuai rencana, maka diungkinkan munculnya dampak-dampak negatif permasalahan-permasalahan perkotaan, seperti permasalahan sosial atau lingkungan seperti adanya banjir/genangan, kemacetan, pencemaran / kerusakan lingkungan, kekumuhan, dan polusi udara.

   Kepala Seksi Pengendalian Pemanfaatan  Ruang Adi Prananto, ST memaparkan tentang muatan Perda RDTR BWP Tulis, dimana BWP Tulis direncanakan sebagai kota satelit yang mendukung kota utamanya, yaitu Subah dan Batang. Bapak Margo Santosa SE, MM. sebagai Narasumber dari DPMPTSP Kab. Batang memberikan pembahasan mengenai Keterkaitan RDTR dengan pelayanan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), dimana dengan adanya RDTR ini maka izin lokasi bagi pelaku investasi bisa dilaksanakan tanpa komitmen jika lokasinya telah sesuai dengan tata ruang.

   Pelaksanaan workshop sosialisasi Perda RDTR BWP Tulis tersebut mendapat apresiasi  dengan banyaknya peserta yang ikut aktif mengajukan pertanyaan, masukan atau memberikan feedback kepada pembahasan yang diberikan oleh para Narasumber.

   Secara garis besar  tujuan serta manfaat dari adanya Perda RDTR BWP Tulis ini adalah sebagai kepastian hukum untuk berinvestasi, mempersingkat waktu izin pemanfaatan ruang,  menciptakan lapangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar BWP Tulis maupun Kabupaten Batang, menciptakan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan wilayah, serta mewujudkan perkembangan ruang wilayah Kabupaten Batang yang berkelanjutan.